Paroki Santo Petrus Palembang

Mengadakan Penerimaan Sakramen Krisma

 

Pada tanggal 4 Agustus 2024, Paroki Santo Petrus Palembang dengan sukacita menyambut para umat yang menerima Sakramen Krisma dalam sebuah misa kudus yang penuh khidmat. Upacara ini dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono , yang memberikan berkat sakramen krisma kepada para penerima.

Dalam homilinya, Mgr menekankan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman, yang dapat dirangkum menajdi "Sakramen Krisma bukan hanya sebuah tanda, tetapi sebuah komitmen untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia,". Umat yang hadir juga diingatkan akan tanggung jawab mereka untuk melanjutkan pelayanan dan kesaksian iman dalam komunitas.

Upacara ini diikuti sekitar 70 penerima Krisma yang terdiri dari kaum muda, tua dan dewasa. Mereka telah melalui persiapan intensif melalui berbagai sesi katekese yang dipimpin oleh tim pastoral paroki. Para penerima Krisma ini diharapkan menjadi saksi-saksi iman yang hidup dan aktif dalam komunitas gereja serta dalam kehidupan sehari-hari.

Acara dilanjutkan dengan resepsi sederhana yang diadakan di pendopo paroki santo petrus, di mana keluarga dan sahabat para penerima Krisma turut hadir memberikan dukungan dan doa.

Kami bersyukur atas anugerah yang diterima oleh para penerima Krisma dan berdoa agar mereka terus dikuatkan dalam perjalanan iman mereka.

 

HIDUP YANG DIBAGIKAN

(Mrk 6:01-15)

Salah satu tafsir alternatif terkait dengan mukjizat penggandaan roti mengatakan bahwa mukjizat itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Mukjizat itu muncul dari rasa solidaritas kerumunan orang yang mengikuti Yesus. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah keberanian seora ng anak kecil untuk berbagi. Ketika melihat seorang anak kecil yang berani memberikan semua bekalnya kepada Yesus untuk dibagi- bagikan kepada orang banyak, satu persatu dari orang banyak itu kemudian juga mengeluarkan bekalnya masing-masing.

Meskipun tafsiran ini tidak begitu disukai oleh para ahli Kitab Suci, akan tetapi memiliki mak na yang powerful untuk hidup kita. Dunia ini akan menjadi lebih baik seandainya orang saling berbagi. Tapi sayangnya, ego pribadi lebih sering menang dan mendominasi. Talenta yang Tuhan berikan sering kali juga disembunyikan untuk kepentingan diri sendiri. Semoga kita dimampukan untuk semakin berani berbagi; berbagi apa pun yang ada dalam diri kita. Percayalah, sesuatu yang berasal dari Tuhan tidak akan pernah habis untuk dibagikan. Tuhan Yesus memberkatimu, Tuhan Yesus mencintaimu

 

Hanesferry.scj

Perayaan Ekaristi Inkulturasi Jawa untuk

Memperingati Satu Suro di Paroki Santo Petrus Palembang

 

Pada tanggal 6 Juli 2024 , Paroki Santo Petrus Palembang menggelar sebuah acara istimewa, yaitu Misa Inkulturasi Jawa untuk memperingati satu Suro, hari pertama dalam penanggalan Jawa. Acara ini merupakan bentuk perayaan ekaristi yang mengangkat tradisi adat Jawa, menciptakan suasana yang khusyuk dan meriah sekaligus.

Sejak awal, suasana di dalam gereja sudah dipenuhi dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Tim gamelan dan musik tradisional Jawa mengiringi koor yang membawakan lagu-lagu liturgi dengan harmonisasi yang indah. Kombinasi suara koor dan alunan gamelan menciptakan sebuah pengalaman yang unik dan menyentuh hati bagi para jemaat yang hadir.

 

Perayaan ekaristi ini diakhiri dengan prosesi keluar yang diiringi oleh lagu-lagu perpisahan yang merdu dari tim gamelan. Setelah misa, para jemaat berkumpul di halaman gereja untuk menikmati berbagai hidangan khas Jawa yang disajikan dalam acara ramah tamah.

Acara Misa Inkulturasi Jawa ini tidak hanya memperkuat iman dan spiritualitas para jemaat, tetapi juga menjadi momen yang mempererat tali persaudaraan dalam komunitas paroki. Melalui acara ini, Paroki Santo Petrus Palembang berhasil menunjukkan bahwa keindahan tradisi budaya dapat berjalan seiring dengan keagungan iman Katolik.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga Misa Inkulturasi Jawa ini dapat menjadi inspirasi bagi paroki-paroki lain untuk terus melestarikan dan mengapresiasi budaya lokal dalam perayaan iman mereka.

 

PERTEMUAN ORANG TUA CALON

PENERIMA SAKRAMEN KRISMA 

 

Pada tanggal 23 Juni 2024, Paroki Santo Petrus Palembang menggelar pertemuan penting yang dihadiri oleh para orang tua calon penerima Sakramen Krisma. Acara ini dirancang khusus untuk mempererat tali silaturahmi antar orang tua dan memperdalam pemahaman mereka tentang Sakramen Krisma yang akan diterima oleh anak-anak mereka.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah untuk berkumpul, tetapi juga sebagai momen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Para orang tua diberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya Sakramen Krisma dalam perjalanan iman anak-anak mereka. Sakramen ini merupakan salah satu sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik yang memberikan kekuatan Roh Kudus untuk meneguhkan iman dan komitmen sebagai pengikut Kristus.

Acara dimulai dengan doa pembukaan yang khusyuk, dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh pastor paroki dan tim pembimbing. Para orang tua diajak untuk aktif bertanya dan berdiskusi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan Sakramen Krisma. Selain itu, terdapat juga sesi berbagi pengalaman dari para orang tua yang anaknya telah menerima Sakramen Krisma sebelumnya, memberikan inspirasi dan motivasi bagi yang lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang tua yang telah hadir dan berpartisipasi dengan antusias. Dukungan dan keterlibatan Anda sangat berharga dalam mempersiapkan anak-anak untuk menerima Sakramen Krisma dengan hati yang siap dan iman yang kuat. Semoga bimbingan dan persiapan yang telah diberikan dapat menjadi bekal yang berguna bagi perjalanan iman mereka.

 

BERSAMA DAN BERSATU

MEMBANGUN GEREJA

 

Bacaan pada Minggu Biasa XII menegaskan dan memberi pengharapan bahwa Tuhan tidak pernah jauh dari kehidupan kita. Tuhan sungguh dekat dan ada bersama dengan kita serta menuntun seluruh perjalanan hidup kita. Dalam kitabnya, Ayub melukiskan dengan jelas gambaran tentang kasih Allah yang berkuasa atas kehidupan manusia. Ayub menyadari Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Perjalanan ziarah iman kita dan kehidupan tidak akan pernah lepas dari campur tangan cinta Tuhan. Perahu kehidupan kita mungkin dapat selalu terombang-ambing, bahkan pada saat yang sama kita dapat terbawa oleh gelombang yang dahsyat. Tetapi janganlah takut. Tuhan selalu ada dan Ia tidak pernah tidur. Setiap hari ia bersabda, “ Janganlah takut!” Jika kita tetap percaya dan beriman kita tidak pernah kehilangan harapan.

Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan bagaimana Tuhan meredakan angin badai dan danau menjadi reda ketika para murid sangat ketakutan. Kita pun diajak untuk membuka diri dan mengundang Tuhan untuk memenangkan angin badai yang menimpa perahu kehidupan kita. Ia adalah Tuhan yang bisa mengubah kutuk menjadi berkat, yang berkuasa melampaui ruang dan waktu. Jangan takut untuk berjuang, jangan takut untuk berlayar. Percayalah Tuhan selalu menyertai kehidupan kita.

 

Rm. Florent SCJ

 

 

HARI MINGGU KOMUNIKASI SEDUNIA

 

Kita semua pasti senang dan bahagia jika ada orang yang mendoakan kita. Bahkan sering kita meminta kepada orang untuk didoakan. Apalagi kalau pada saat itu kita sedang mengalami situasi-situasi yang sulit, berat, sedang mengalami masalah dalam hidup kita. Bacaan pada Minggu Paskah VI/B, mengisahkan Yesus yang mendoakan para muridNya. Isi doa Yesus adalah agar para muridNya bersatu. Disadari bahwa sejak mulanya Yesus memanggil para muridNya yang tidak berasal dari kalangan yang seragam, setingkat, atau seasal. Perbedaan satu sama lain cukup besar.  

Tetapi justru keragaman itu dipandang sebagai sumber kekuatan untuk bersatu. Kesatuan yang didoakan Yesus didasarkan pada kesatuan antara diriNya dengan Bapanya. Dalam doaNya, Yesus juga menyampaikan bahwa Dia telah berusaha menjaga para murid agar mereka tidak "binasa", tidak kehilangan arah, tak tahu lagi ke mana harus berjalan dan menjadi mangsa macam-macam kekuatan jahat. Realita para murid berada di dalam dunia, yang membenci, yang mau menghancurkan. Namun Yesus bukan memohon supaya para murid diambil dari dunia, tetapi supaya Bapa melindungi para murid dari kuasa kejahatan.

 

Rm. G. Wahyu W, SCJ

Style Selector

Layout Style

Predefined Colors

Background Image