RENUNGAN SINGKAT

"Anakku baru saja meninggal, tetapi datanglah, maka ia akan hidup"

 

Selamat datang kembali direnungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan, bacaan Injil hari ini sangat memberikan nuansa baru untuk memberikan siraman rohani kepada hati kita semua. Kisah wanita yang mendapatkan muzizat yang telah lama mengidap pendarahan, dapat menjadi pulih akan kuasa Allah. Tentu, hal ini membuat kita tertegun bahwa karunia Allah dapat tercipta kapan saja dan dimana saja, tinggal dalam pribadi kita masing-masing percaya atau tidak kepada kuasa-Nya.

Dalam injil ini, wanita tersebut menjadi pesan bagi kita semua, bahwa Yesus selalu hadir dalam setiap rintangan hidup kita semua. Yesus  mengatakan “ Teguhkanlah hatimu, hai anakku, imanmu telah menyelamatkanmu.” Dengan hal ini, Yesus telah memberikan tanda bukti cinta-Nya kepada manusia. Dapat diumpamkan seorang wanita ini sudah lama menunggu kedambaan cinta Allah, sama halnya dengan kita yang selalu memohon permohonan kepada-Nya dengan maksud untuk kepentingan kita pribadi dan sesama.

Sebagai murid-Nya, hendaknya sosok wanita ini menjadi peranan yang dapat merubah implikasi iman kita menjadi lebih percaya akan kasih Allah. Kita diajak percaya dan bersabar akan keselamatan abadi daripada-Nya.

Berharap kepada-Nya menjadi inti pengharapan kita dunia, dengan-Nya lah dapat terwujujd keselamatan dan kekuatan iman akan kebesaran iman kita.

 

RENUNGAN SINGKAT 

"Mereka memuliakan Allah, Karena Ia telah memberikan kuasa sedemikan besar kepada manusia"

 

 

Selamat datang kembali pada renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

Saudari/I yang terkasih dalam Yesus, bersinggungan dengan bacaan injil hari ini, yang menyerupai tentang alkisah Yesus memberikan muzizat kepada orang lumpuh. Tentu hal ini membuat banyak orang semakin tertegun dengan kasih Allah dan sumber Rahmat-Nya yang besar, terkecuali bagi mereka yang memiliki iman yang kecil akan pengharapan pada Kasih Allah.

“Mereka memuliakan Allah karena ia telah memberikan kuasa sedemikian besaar kepada manusia” –Mat 9:1-8

Yesus dalam bacaan Injil memiliki peran kasih yang besar kepada manusia. Namun dibalik itu, ketidakmampuan manusia dalam menerka kasih Allah, diperlihatkan oleh ahli-ahli taurat yang memandang Yesus “menghujat Allah.” Yesus memberikan tindakan kasih yang besar yang telah ia perlihatkan dalam  bacaan Injil hari ini.

Tentu beberapa hal yang menyinggung bahwa manusia selalu melihat sisi buruk lebih besar daripada kebaikan, dengan hal ini seorang yang tidak menyukai orang lain selalu akan mencari kesalahan sekecilpun untuk membuat jatuh orang tersebut.

Namun Yesus tampak memberikan pesan bahwa  tantangan apapun itu, baik dari hujatan, keadaan dan sebagainya, tidak dapat menghentikan kita untuk berbuat kebaikan, karena pada dasarnya kasih yang tulus akan terus timbul bagi mereka yang memiliki iman yang besar kepada Allah.

Hidup menjadi lebih indah bukan, jika kita dapat saling menghormati dan mengampuni sesama ?

 

 

RENUNGAN SINGKAT

"Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau

menjadi teduh sekali"  Mat 8:23-27

 

 

Selamat datang kembali di renungan singakt Paroki Santo Petrus Palembang.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus, beberapa maksud manusiawi dalam kultural kehidupan yang menjadikan kita untuk terus percaya akan sesuatu yang mustahil, menjadikan kita  memiliki berbagai pertimbangan dan keresahan yang selalu berdampingan dalam melewati hal tersebut, bukan ?

“Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali.” Mat 8-23-27.

Tentu dari bacaan injil diatas kita sudah mengetahui, kisah apa yang diangkat dalam Injil hari ini. Dalam kisah ini Yesus menegur para murid yang merasa resah dan tak tau apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan mereka, dari badai yang mereka lewati. Tentu, dalam kedaan seperti ini, ketakutan dan kepercayaan merupakan implikasi yang berbeda. Disaat kita merasa percaya untuk tetap baik-baik saja, tentu kita takut akan risiko yang akan diperoleh, dan juga sebaliknya demikian.

Dengan hal ini juga, Yesus menegur para murid akan ketakutan mereka dengan memberikan solusi akan badai yang menimpa mereka. Yesus berkata “mengapa kamu takut ? apakah kamu kurang percaya?. ”

Ketidakpercayaan tentu menjadi implikasi yang kerap kaitannya dengan ketakutan. Para murid tidak percaya karena mereka takut akan suatu hal yang menimpa mereka. Ketakutan melemahkan iman mereka, tanpa adanaya sumber yang memberikan jalan keluar pada suatu masalah.

Untuk saat ini, Yesus kembali hadir dan memberikan muzizat yang membuat para murid menjadi kebingungan atas ketidakpercayaannya, yang mana Yesus meredakan badai dalam waktu sekajap.

Tentu dari hal ini, dapat kita ambil kesimpulan bahwa, kita sebagai manusia menjadi percaya dan tidak percaya merupakan sebuah pilihan. Namun untuk tetap  teguh pada Iman kita, itu merupakan sebuah kewajiban.  Kepercayaan bahwa Yesus selalu ada bersama dengan kita dan membantu akan segala kesusahan kita, tentu tidak mudah untuk terjadi, namun dengan hal ini juga Yesus mengingkan kita untuk tetap menunggu dan percaya.

Dengan ini, lantas apakah kita akan percaya kepada-Nya, dan menghilangkann rasa takut itu ?

 

 

 

RENUNGAN SINGKAT

"Namanya adalah Yohanes"

 

Selamat berjumpa kembali dalam renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

“Namanya adalah Yohanes.” Luk 1:57-66.80

Kutipan yang sangat memberikan kejutan bahwasannya anak Elisabeth yang kerap di namai Yohanes.

Mari kembali kepada isi bacaan Injil pada hari ini, tentu jika ingin diumpamakan siapakah yang diantara kita, sejak kecil sudah diberikan kepastian akan kebahagiaan dan kesuksesan oleh orang terdekat kita, orang tua, saudara, dan lainnya tentu memiliki kepercayaan tinggi dan positif untuk berharap bahwa kita selalu menjadi yang terbaik. Hal ini kerap menjadi sebuah dambaan untuk kita selalu menghasilkan value yang maksimal dan kerap sekali ditemukan menjadi beban hidup jika tidak memiliki support yang seimbang.  Tentu nama “Yohanes” sejak kecil sudah diberikan suatu kepercayaan oleh orang banyak, dan apakah itu beban baginya ?

Tentu seperti pada kutipan berikut ini “ ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendegar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada-Nya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.” – Lukas 1:58.

Yohanes dalam kehidupannya kedepan, akan menjadi sosok penuntun bagi mereka yang kehilangan jalan, ia akan tumbuh dalam Iman dan terus berserah kepada Allah. Dengan pembuktian ini, Yohanes menganggap yang diberikan Tuhan kepadanya merupakan karunia perantara Allah untuk mewartakan kebaikan untuk seluruh manusia, dan bukan merupakan beban yang tertanam sejak ia diberi julukan “Yohanes.”

Kita percaya dengan tuntuan Allah kita sebagai manusia hanya dapat bergerak dan menyesuaikan seturut jalan-Nya. Tuhan selalu menyertai dalam kehidupan kita, dialah alpha dan omega, awal dan akhir bagi segala kehidupan. Dengan ini juga harapan kita untuk terus memberikan kesan baik, akankah terus kita lakukan ?

 

 

RENUNGAN SINGKAT

PAROKI SANTO PETRUS PALEMBANG

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang

“Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang , Bapamu yang disurga akan mengampuni kalian juga.” Berikut ujar Yesus  dalam khotbah-Nya dibukit.

Dalam hidup menggereja kita diajarkan yang namanya mengasihi. Tentu,  jika berbicara tentang kasih banyak perihal yang menyangkut tentang ini bukan ?

Pastinya kita semua sudah mengetahui, bahwa resapan kasih yang sesungguhnya datang dari Allah dan kembali kepada-Nya. Hal ini berkaitan dengan relasi batin kita dengan Allah, akan sumber kebaikan hidup manusia.

Lewat Injil hari ini, kita kembali diberikan resapan Kasih dalam konteks doa “BAPA KAMI” yang mana doa yang diajarkan Yesus sendiri ini memiliki makna mengasihi untuk sesama kawan dan lawan. Selain itu, dari doa ini juga, kita semua diajak untuk  dapat memuliakan nama Tuhan,  meminta berkat kepada-Nya dan memperhatikan sesama kita.

Dari hal diatas, tentu sudah bukan menjadi alasan, jika doa ini dapat menjadi sumber kasih yang besar bagi kehidupan kita secara bersama sertabmenjadi relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Dan hendaknya kepada-Nya lah kita  dapat berserah dan dengan kekuatan kasih-Nya lah kita dapat menemukan kedalaman relasi kita dengan sesama.

 

 RENUGAN SINGKAT 

"Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga,

yang menerbitan matahari bagi orang jahat dan baik"

 

Selamat Datang kembali di Renungan Singkat Paroki Santo Petrus Palembang. Mengkait kisah yang bermulaan dari raja Ahab yang bertobat dan mohon pengampunan  dari Allah. Tentu, Tuhan mengampuni Ahab dan menghapuskan segala tuntutan hukuman yang diperoleh oleh Raja Ahab.

Injil Hari ini, memberikan kita pertanda bahwa Yesus selalu ingin kita hidup tentram dan saling mengasihi satu dengan yang lain, terlebih sesame manusia tentu adalah mahkluk social yang saling membutuhkan. Kita diajak untuk dapat seperti Bapa, yang senantiasa mengasihi dan mengapuni kita walaupun di suatu saat tanpa sengaja atau dengan sengaja kita sering kali menyakiti-Nya. Selain itu, kita sendiri juga tentu seringkali menyakiti orang lain, di berbagai kemungkinan dan kejadian.

Dengan hal inilah Yesus mengajak kita untuk saling mengasishi satu dengan yang lain, seperti Allah yang selalu menerbitkan matahari dan menurunkan hujan yang sama, kepada orang baik dan jahat, kita pun tentu harus saling mengasisi, tanpa adanya pilih memilih.

Maka dari itu, Sudah siapkah kita untuk saling Mengasihi ?

Style Selector

Layout Style

Predefined Colors

Background Image