MENANTI DALAM PERTOBATAN

(Mat 03:01-13)

 

Sebuah kebanggan dan sukacita bagi kita bila ada anggota keluarga dari jauh yang mau dating berkunjung ke rumah kita. Mereka dating bukan hanya mampir tetapi sungguh akan tinggal menginap beberapa hari. Jauh-jaun hari sebelum saudara kita datang, sudah pasti kita akan memperiapkan diri. Halaman rumah kita sapu, beberapa bagian kita bersihkan, yang rusak diperbaiki, mulai memikirkan menu masakan yang akan dibuat untuk menjamu mereka, bahkan merencakan untuk jalan-jalan bersama, dll. Semua dipersiapkan dengan baik dan dengan sungguh-sungguh.

Pada minggu kedua masa Adven ini, Yohanes Pembaptis mengingatkan kita untuk bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan lewat sikap tobat. “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Tuhan akan datang mengunjungi kita umat-Nya. Dia yang agung dan mulia turun ke dunia untuk menyematkan dan mencari yang hilang dan penuh dosa. Betapa berharganya kita, sampai Dia rela menjadi manusia dan menjadi sama dengan kita. Yohanes mengajak kita untuk mempersiapkan jalan Tuhan, meluruskan hati. Pertobatan menjadi hal yang penting yang dapat kita lakukan. Bertobat berarti berbalik kepada Allah. Menyeleraskan hidup sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya agar pantas dan layak hidup kita menjadi tempat persinggahan dan kehadiran-Nya.

Wujud dari pertobatan adalah orang hidupnya menjadi berkat dan berbuah. Menjadi berkat tidak melulu soal memberi dan berbagi dalam hal yang spektakuler. Berkat bisa menjadi nyata dalam hal-hal kecil dan sederhana. Misalnya dengan berbagi sukacita dalam keluarga atau peduli dengan teman dan sahabat yang membutuhkan bantuan. Semakin orang dekat dengan Tuhan, semkain ia mampu menjadi berkat. Kedekatan dengan Allah mengubah hidup yang hampa penuh dosa menjadi berlimpah sukacita dan penuh cinta.

 

 

Rm. Sigit SCJ

 

RENUNGAN SINGKAT

Paroki Santo Petrus Palembang

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang, bacaan injil hari ini memberikan gambaran mengenai kedekatan tuan dan hamba yang bersinergi  untuk saling memberikan energi positif kepada sesama.

Namun, jika kita ingin menyikronkan kisah injil ini, dengan kerelasian dimasyarakat, banyak sekali kisah mengenai kekerasan rumah tangga yang mengakibatkan pembantu menjadi terdesak dalama bekerja. Tidak jarang juga terpublish di media-media social mengenai tuan yang memperkerjakan pembantu secara tidak senonoh. Dan juga sebaliknya, ada juga pembantu yang tidak bisa berfikir untuk mempertahankan kepercayaan si tuan, bekerja tidak sepenuh hati dan sampai mencuri barang miliki tuannya. Hal ini sering terjadi di masyarakat kita, dan tanpa kita ketahui hal seperti ini, akan terus berlanjut  jika tidak adanya teguran khusus untuk keduanya.

Kembali lagi kebacaan Injil hari ini yang dimana Tuan yang merupakan perwira sangat begitu menghargai hambanya, memberikan keselurhan perhatian kepada hambanya tanpa memandang derajat tinggi atau rendah, si tuan rela berbagi belaskasihan kepada hambanya. Hal seperti ini mungkin dapat dijadikan peran dan pesan kepada kita yang masih menutup diri, akan perilaku sesorang yang dapat dikatakan masih di bawah kita, untuk hal ini tentu dengan menjalin relasi yang tepat adalah langkah konkritnya.

Relasi yang indah akan memunculkan curahan keistimewaan Allah kepada kita yang melakukannya, dan menjadikan kita sebagai pribadi yang rendah hati menjadi sebuah nilai tambah dalam membangun relasi yang Allah inginkan.

 

 

 

RENUNGAN SINGKAT 

"Mereka mengamat-amati Yesus kalau ia menyembuhkan orang pada hari Sabat"

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang. Dengan banyaknya peristiwa kehidupan yang mengakuisi mengenai perbuatan baik dan jahat, tentu pada Injil hari ini kita dapat mengambil pesan indah mengenai peristiwa Yesus membuat muzizat pada hari sabat, yang dimana seharusnya orang-orang Yahudi beristirahat.

Di beberapa peristiwa, seringkali kita sebagai manusia dihadapkan dengan posisi sulit dalam berbuat kebaikan. Dibalik itu juga, dari beberapa diantara kita sudah tentu, memupuskan harapan untuk berbuat baik jika konsekuensi yang terlalu besar membahayakan kita.  Namun disini perlu ditekankan bahwa apapun alasannya, berbuat baik adalah sebuah keputusan yang tepat diberbagai kondisi, dan tentu dalam konteks ini butuh yang namanya pengorbanan diri

Hal-hal seperti ini memang tidak dapat kita hindari, namun kita sebagai manusia beriman pasti yakin untuk dapat berbagi kebaikan dan menitikfokuskan pada kedamaian.

RENUNGAN SINGKAT

Aku berkata Kepadamu "Bukan Hanya sampai tujuh kali,

melainkan sampai tujuh puluh kali tujuk kali kalian harus mengampuni"

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

Rasa mengampuni dan mengasihi sesama merupakan implikasi kasih Allah kepada umat manusia. Kita tentu sebagai umat-Nya diajak untuk dapat saling mengasihi dan mengampuni, walaupun dengan berbagai alasan kita sebagai manusia susah untuk melakukan hal tersebut.

Pada Injil hari ini, kembali kita diingatkan untuk “KITA” sesama manusia dapat saling memaafkan antara satu dengan yang lain, terlebih hidup rukun dan saling membantu. Dosa yang telah kita perbuat, terlebih dahulu Tuhan sudah maafkan, akan berbagai kesalahan yang tentu kita perbuat bagi secara sengaja maupun tidak. Banyak hal yang membuat Tuhan kecewa namun yakinlah Ia tetap menjaga kita dengan berbagai cara, salah satunya sekarang kita masih di utus-Nya untuk menjadi pewarta kebaikan.

Dengan Ini tentu, mengampuni sesama dan memaafkan yang bersalah sudah harusnya kita dapat lakukan secara IKHLAS kepada siapapun. Karena pada dasarnya Allah mengajarkan kita untuk mengasihi sesama dan mengampuni sesama.

 

RENUNGAN SINGKAT 

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini"

Mat 18:1-5

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

Kehidupan kita di dunia merupakan suatu bekal yang mana akan kita tuju kepada kehidupan akhir kita nanti. Pada injil hari ini, Yesus memberikan pesan kepada kita semua “ Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar di Kerajaan Sorga.”

Dalam hal ini anak kecil yang dimaksud Yesus merupakan representasi dari sifat kerendahan hati yang dimiliki oleh kebanyakan anak kecil, yang mana memiliki kepolosan hati, kejujuran diri dan dapat terbuka akan kedaan dan peristiwa yang dialami.

Sifat kerendahan hati kita akan menjadi hal yang besar untuk dapat memberikan kelegaan batin, bukan hanya bagi kita namun bagi semua orang yang berinteraksi dengan kita, baik secara langgsung maupun tidak.

Tentu, banyak hal yang akan mengacu untuk hal  ini menjadi gagal, yakni ambisi untuk menjadi yang terpilih, dan hal buruk lainnya dalam diri manusia yang membuat, manusia sendiri menjadi terpuruk dalam tempurung dosa. Namun yakinlah, Kehendak Allah yang bersinergi dalam suara batin kita, akan menjadi patokan dalam memunculkan kasih dalam diri kita semua

Tinggalkan kebiasaan buruk dan jalani kehidupan baru, dengan dibekali kerendahan hati serta melakukan Kehendak Allah dalam kehidupan kita

 

 

RENUNGAN SINGKAT 

"Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih Ringan daripada tanggunganmu"

 

 

Selamat datang kembali di renungan singakt Paroki Santo Petrus Palembang.

Semoga kabar saudara/I semua dalam keadaan baik dan sehat dengan semangat Cinta Kasih Allah. Saudara/I semua, bacaan Injil hari ini mengacu pada perbuatan Yesus yang memberikan muzizat kepada banyak kota, yang pada kenyataanya Yesus ingin memberikan kabar baik serta bukti cinta-Nya kepada kota itu, namun ternyata kota yang pada implikasi merupakan kota pendosa, tetap tak ingin bertobat.

Dibalik dari kisah ini, banyak peristiwa yang mengaitkan hal ini dengan kehidupan kita sehari-hari. Sudah terpampang nyata bagi kita manusia, bahwa dosa adalah ikhtisar buruk bagi kehidupan. Manusia kerap sekali berbuat dan melakukan hal yang tidak baik, dan menjadi dosa yang yang disengaja maupun tidak.

Pertanyaanya, kita yang sering berbuat  dosa apakah sudah melakukan pertobatan ?

Ya atau tidak merupakan jawaban khusus pribadi saudara/I masing-masing. Gereja katolik memberikan kemudahan untuk melakukan sakramen pertobatan setiap paskah dan natal. Dan apakah hal ini konsisten dengan keyakinan kita untuk tidak berbuat dosa lagi ?

Dalam Injil hari ini, inti nyata bahwa Allah mengasihi umat manusia, ia berkhendak bahwa  akan menolong siapapun yang berserah kepada-Nya, mohon ampun kepada-Nya dan merelakan hidup kita kepada-Nya.

Dengan hal ini, kita benar-benar diajak untuk menguatkan tekad dan hari untuk dapat melakukan pertobatan secara ikhlas dan rela akan konsekuensinya. Sehingga kita dapat berjalan bersama dalam lajur cinta kasih Allah

Style Selector

Layout Style

Predefined Colors

Background Image