WARTA PAROKI
Santo Petrus Palembang
"KRISTUS ANAK DOMBA"
Bersaksi adalah hal penting ketika orang berurusan dengan pengadilan. Biasanya orang tertentu dijadikan saksi, baik saksi biasa maupun saksi ahli. Keterangan dan informasi para saksi demikian karena mereka melihat atau mendengar dan tahu tentang kasus tersebut. Para saksi diharapkan memberi kesaksian yang benar supaya kasus dalam persidangan dapat diselesaikan sehingga ada rasa keadilan dalam masyarakat.
Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini memberi tiga kesaksian penting tentang Yesus yang sedang berada di tengah-tengah kerumunan orang yang dibaptisnya. Pertama, Anak domba Allah: “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Anak domba mengingatkan kita pada anak domba Paskah (Kel 12:1-28) atau Hamba Yahwe (Yes 53:7). Anak domba adalah gambaran tentang ketaatan dan cinta kasih yang mencapai puncaknya di salib. Lalu Anak Domba juga menjadi simbol Hamba Allah yang menghapus dosa banyak orang. Kedua, Roh Kudus: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti burung merpati dan Ia tinggal di atas-Nya”. Ini adalah pengalaman rohani Yohanes Pembaptis ketika melihat Roh turun dan tinggal di atas Yesus. Roh turun dari tempat yang tinggi dan berdiam dalam Yesus. Ketiga, Yesus adalah Anak Allah. Kesaksian Yohanes ini adalah benar karena Yohanes sendiri dikarunia Roh Kudus untuk bersaksi tentang Yesus Anak Allah saat masih di kandungan ibunya. Kesaksian ini menjadi pusat dari pewartaan tentang identitas Yesus.
Melihat dan bersaksi tentang Yesus Kristus adalah panggilan sekaligus misi bagi para pengikut-Nya. Melihat Yesus berarti mencintaiNya. Bersaksi tentang Yesus dalam hidup menjadi sempurna ketika dari saat ke saat kita berusaha menjadi bagian dari-Nya yakni tinggal tetap bersama-Nya. Maka dari itu, jadilah saksi Kristus yang setia!
Rm. Sigit, SCJ