RENUNGAN SINGKAT

"Namanya adalah Yohanes"

 

Selamat berjumpa kembali dalam renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang.

“Namanya adalah Yohanes.” Luk 1:57-66.80

Kutipan yang sangat memberikan kejutan bahwasannya anak Elisabeth yang kerap di namai Yohanes.

Mari kembali kepada isi bacaan Injil pada hari ini, tentu jika ingin diumpamakan siapakah yang diantara kita, sejak kecil sudah diberikan kepastian akan kebahagiaan dan kesuksesan oleh orang terdekat kita, orang tua, saudara, dan lainnya tentu memiliki kepercayaan tinggi dan positif untuk berharap bahwa kita selalu menjadi yang terbaik. Hal ini kerap menjadi sebuah dambaan untuk kita selalu menghasilkan value yang maksimal dan kerap sekali ditemukan menjadi beban hidup jika tidak memiliki support yang seimbang.  Tentu nama “Yohanes” sejak kecil sudah diberikan suatu kepercayaan oleh orang banyak, dan apakah itu beban baginya ?

Tentu seperti pada kutipan berikut ini “ ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendegar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada-Nya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.” – Lukas 1:58.

Yohanes dalam kehidupannya kedepan, akan menjadi sosok penuntun bagi mereka yang kehilangan jalan, ia akan tumbuh dalam Iman dan terus berserah kepada Allah. Dengan pembuktian ini, Yohanes menganggap yang diberikan Tuhan kepadanya merupakan karunia perantara Allah untuk mewartakan kebaikan untuk seluruh manusia, dan bukan merupakan beban yang tertanam sejak ia diberi julukan “Yohanes.”

Kita percaya dengan tuntuan Allah kita sebagai manusia hanya dapat bergerak dan menyesuaikan seturut jalan-Nya. Tuhan selalu menyertai dalam kehidupan kita, dialah alpha dan omega, awal dan akhir bagi segala kehidupan. Dengan ini juga harapan kita untuk terus memberikan kesan baik, akankah terus kita lakukan ?

 

 

RENUNGAN SINGKAT

PAROKI SANTO PETRUS PALEMBANG

 

Selamat datang kembali di renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang

“Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang , Bapamu yang disurga akan mengampuni kalian juga.” Berikut ujar Yesus  dalam khotbah-Nya dibukit.

Dalam hidup menggereja kita diajarkan yang namanya mengasihi. Tentu,  jika berbicara tentang kasih banyak perihal yang menyangkut tentang ini bukan ?

Pastinya kita semua sudah mengetahui, bahwa resapan kasih yang sesungguhnya datang dari Allah dan kembali kepada-Nya. Hal ini berkaitan dengan relasi batin kita dengan Allah, akan sumber kebaikan hidup manusia.

Lewat Injil hari ini, kita kembali diberikan resapan Kasih dalam konteks doa “BAPA KAMI” yang mana doa yang diajarkan Yesus sendiri ini memiliki makna mengasihi untuk sesama kawan dan lawan. Selain itu, dari doa ini juga, kita semua diajak untuk  dapat memuliakan nama Tuhan,  meminta berkat kepada-Nya dan memperhatikan sesama kita.

Dari hal diatas, tentu sudah bukan menjadi alasan, jika doa ini dapat menjadi sumber kasih yang besar bagi kehidupan kita secara bersama sertabmenjadi relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Dan hendaknya kepada-Nya lah kita  dapat berserah dan dengan kekuatan kasih-Nya lah kita dapat menemukan kedalaman relasi kita dengan sesama.

 

 RENUGAN SINGKAT 

"Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga,

yang menerbitan matahari bagi orang jahat dan baik"

 

Selamat Datang kembali di Renungan Singkat Paroki Santo Petrus Palembang. Mengkait kisah yang bermulaan dari raja Ahab yang bertobat dan mohon pengampunan  dari Allah. Tentu, Tuhan mengampuni Ahab dan menghapuskan segala tuntutan hukuman yang diperoleh oleh Raja Ahab.

Injil Hari ini, memberikan kita pertanda bahwa Yesus selalu ingin kita hidup tentram dan saling mengasihi satu dengan yang lain, terlebih sesame manusia tentu adalah mahkluk social yang saling membutuhkan. Kita diajak untuk dapat seperti Bapa, yang senantiasa mengasihi dan mengapuni kita walaupun di suatu saat tanpa sengaja atau dengan sengaja kita sering kali menyakiti-Nya. Selain itu, kita sendiri juga tentu seringkali menyakiti orang lain, di berbagai kemungkinan dan kejadian.

Dengan hal inilah Yesus mengajak kita untuk saling mengasishi satu dengan yang lain, seperti Allah yang selalu menerbitkan matahari dan menurunkan hujan yang sama, kepada orang baik dan jahat, kita pun tentu harus saling mengasisi, tanpa adanya pilih memilih.

Maka dari itu, Sudah siapkah kita untuk saling Mengasihi ?

RENUNGAN SINGKAT

"Barangsiapa marah terhadap saudaranya harus dihukum"

 

 

Selamat datang kembali dalam renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang

“Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu”

Dalam kutipan Injil pada hari ini, tentu memberikan kita petunjuk mengenai kesempurnaa kasih. Tentu dalam keseharian hidup ini, kita tanpa disengaja pernah menyakiti seorang tanpa disengaja bisa dari perkataan, perbuatan dan lainnya. Tentu tanpa kita sadari hal ini biasanya memberikan luka batin yang cukup dalam terhadap orang yang telah kita sakiti.

Bacaan Injil hari ini, telah memberikan kita semua pelajaran. Dalam halnya Yesus berkata, “setiap orang yang marah terhadapa saudaranya harus dihukum.” Untuk kita ketahui, Yesus memberikan pesan ini, untuk memberikan kesiapan pada batin kita pribadi, jika ingin diumpakan saat memberikan persembahan hendaknya dalam kedaaan yang siap, dan telah berdamai dengan segala bentuk penyesalan dan perbuatan yang sengaja maupun tidak disengaja yang telah kita lakukan.

Dengan hal  ini juga sikap kerendahan hati dan kedewasaan dalam iman kita, memberikan kita isyarat untuk dewasa dalam perbuatan dan perkataan. Dan tentu, tentang perbuatan yang kita lakukan sewajarnya dapat kita kendalikan untuk kebaikan kepada sesama manusia

RENUNGAN SINGKAT

“Inilah Ibumu”

-Yoh 19:25-34

 

Selamat datang kembali dalam renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang. Hari ini, Injil yang diangkat untuk mengenang kisah Yesus Kristus yakni peran Bunda Maria sebagai Ibu Yesus, dalam memberikan kasih-Nya kepada anak-Nya, pada perann-Nya untuk menyelamatkan dunia.

Tentu yang kita ketahui, Bunda Maria  sebagai bunda gereja yang dalam perannya sebagai Hawa yang baru. Beda halnya, dengan hawa yang pertama Tuhan ciptakan yang takluk dengan godaan Iblis dan menjadi sumber akan dosa asal bagi seluruh umat manusia. Namun jika ingin kita kaitkan, keturunannya, yakni Yesus sendiri, merupakan seorang Mesias yang menjadi sumber penyelamatan bagi umat manusia.

Dalam bacaan injil pada hari ini, Tuhan menyebut Bunda Maria sebagai gynai (perempuan dalam Bahasa Yuanani). Hal ini berbicara mengenai ketaatan Bunda Maria dalam ketaatan Bunda Maria. Hal yang menjadi kesinambungan dengan kisah yang dapat kita pararelkan dengan kejadian “Ikatan ketidakataan Hawa pertama dengan ketaatan Maria.”

Dan kita sebagai anggota gereja, Maria menjadi bunda kita yang sudah selayaknya kita hormati dan menerima Bunda Maria sebagai Bunda Kudus. Tak heran juga, dengan berdevosi juga kita memohon pertolongan-Nya agar rahmat kehidupan dari Tuhan Yesus senantiasa kepada kita melalui Bunda Maria.

 

RENUNGAN SINGKAT

"Dialah murid, yang telah menuliskan semuanya ini, dan kesaksiannya itu benar"

 

Selamat berjumpa kembali, pada renungan singkat Paroki Santo Petrus Palembang. Saudara sekalian Injil suci pada hari ini menceritakan tentang kepercayaan para murid Yesus, akan kuasa Allah.

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat pleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”

 –Yohanes 21-25

Kita sebagai manusia, tentu menjadi hal yang lumrah jika mempertanyakan kuasa Allah seberapa besar ? Hal ini membuat diri kita menjadi lebih terinisatif untuk lebih mengetahui bahwa Yesus itu Tuhan.

Yohanes mengatkan bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang telah banyak dibuat oleh Yesus, namun tak tertuang seberapa banyak di kitab suci.

Dengan hal ini, maka kembali lagi kepada kita pribadi, bahwa percaya akan kasih-Nya menjadi hal yang mutlak.

Style Selector

Layout Style

Predefined Colors

Background Image